JPnews

Cakrawala Nusantara

BERITA LIFESTYLE NASIONAL

Soffell Kampanye Gerakan Berantas Nyamuk 3M+ di Kota Malang

Soffell
KAMPANYE 3M+: Ketua PKK Jatim, Arumi Bachsin dan artis Nirina Zubir memasukkan tangannya ke kandang nyamuk untuk menguji Soffell, Selasa (5/8/2025) di Kota Malang. (JP/IST)

Soffell Lotion Anti Nyamuk

KOTA MALANG, JPNews.id – Brand lokal lotion anti nyamuk Soffell, bekerja sama dengan Pemkot Malang, dinas kesehatan, dan PKK Jatim, meluncurkan “Gerakan Berantas Nyamuk Bersama 3M+ Mengoles: Keluarga Sehat dan Bebas DBD”, Selasa (5/8/2025) di Hotel Harris, Kota Malang.

Berkenan hadir ratusan peserta dari unsur pemerintah, tim kesehatan, serta kader masyarakat.

Program ini menandai komitmen bersama dalam mengedukasi dan memberdayakan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD), khususnya di Sukun dan Blimbing, dua kecamatan dengan kasus tertinggi di Kota Malang.

Intervensi Strategis di Wilayah dengan Risiko Tertinggi

Dalam sambutannya, Wali Kota Wahyu Hidayat menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi ancaman DBD yang masih tinggi di wilayahnya.

“Pemerintah Kota Malang menyampaikan apresiasi kepada Enesis Group atas kontribusi
CSR untuk dua kecamatan di 22 kelurahan, sebagai bentuk kepedulian nyata dalam membantu penanggulangan DBD di Kota
Malang,” ucapnya.

Tercatat 459 kasus dengan empat kematian hingga Mei 2025 lalu. Angka ini menunjukkan urgensi penanganan, sebab mengingat pada 2024 tercatat 727 kasus dengan jumlah kematian yang sama.

“Kehadiran saya dalam kegiatan ini menjadi bentuk ungkapan terima kasih, sekaligus penegasan, bahwa pencegahan melalui edukasi dan kolaborasi lebih penting daripada pengobatan,” imbuhnya.

READ  Velli Siswa PSG Unika Perempuan Pertama Gabung Latihan

Dia juga berharap, program ini memberi manfaat besar, meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, akan bahaya DBD. Serta menjadi langkah yang membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat,” jelas Hidayat.

Sementara itu, menurut data kemenkes, hingga Juli 2025 menyebutkan, bahwa Jawa Timur merupakan provinsi dengan kasus DBD tertinggi kedua di Indonesia
(yakni, 13.836 kasus). Dan Malang menjadi salah satu kota prioritas intervensi.

“Inilah yang mendorong Enesis Group untuk memilih Kota Malang sebagai titik lanjutan program edukasi publik pencegahan DBD,” timpalnya.

Dari Produk ke Gerakan: Komitmen Sosial Enesis Group

Di bagian lain, CEO Aryo Widiwardhono, menjelaskan, bahwa kehadiran Enesis Group bukan hanya sebagai produsen, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial.

“Kami tidak hanya hadir dengan produk, tetapi juga membawa misi. Enesis Group dibangun dari nilai, bahwa bisnis harus membantu orang keluar dari kesusahan. Soffell sebagai lotion anti nyamuk hanyalah satu alat, tapi edukasi dan perubahan perilaku adalah tujuannya. Ini bukan soal bisnis, ini soal kemanusiaan,” ujar Aryo.

Dan melalui program ini, pihaknya telah memberdayakan 220 kader jumantik dari 22 kelurahan, untuk melakukan edukasi door-to-door kepada lebih dari 47.520 warga.

Edukasi itu, fokus pada Gerakan 3M+, yaitu Menguras, Menutup, Mendaur Ulang, dan Plus: mengoleskan lotion anti nyamuk Soffell untuk mencegah gigitan nyamuk pembawa virus DBD, chikungunya, filariasis, hingga malaria.

READ  Sempat Viral Tukang Rombeng Residivis Pencuri Kabel PT KAI Nangis saat Diamankan Polisi

Suara Perempuan, Suara Keluarga

Ketua PKK Jatim, Arumi Bachsin, yang turut hadir dalam acara tersebut, ikut menyampaikan apresiasi mendalam terhadap pendekatan keluarga-sentris yang diusung program ini.

Arumi menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata kolaboratif, antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam melawan DBD, dengan peran penting keluarga sebagai benteng pertama dan kader jumantik sebagai ujung tombak
di lapangan.

Istri wakil gubernur ini, mengapresiasi Enesis yang memilih Kota Malang sebagai satu dari enam daerah prioritas program CSR “Gerakan Berantas Nyamuk bersama 3M Plus Mengoles, Keluarga Sehat dan Bebas DBD”, melalui edukasi, pelatihan. Serta survei langsung.

“Program ini saya nilai serius, karena disertai monitoring dan evaluasi, termasuk demonstrasi efektivitas lotion anti nyamuk menggunakan nyamuk dari peternakan steril milik Enesis sebagai bagian dari kontrol kualitas,” tuturnya.

Dengan semangat gotong royong dan keterlibatan semua pihak, Arumi berharap, program ini menjadi awal perubahan besar menuju Kota Malang
yang lebih sehat dan bebas dari DBD.

Komitmen Terukur: Bukan Sekadar Seremoni

Terpisah, RM Ardiantara, Head of HR & Public Relations Enesis, menambahkan, bahwa keberhasilan program ini ditentukan dari komitmen lapangan, bukan hanya seremoni pembukaan.

READ  Futsal Pra PON Jatim Panggil 65 Pemain Ikut Seleksi

“Program ini dirancang berdampak. Kami akan lakukan monitoring pasca intervensi untuk mengukur efektivitas. Di wilayah lain, pendekatan ini meningkatkan angka bebas jentik dari 95% menjadi 99%. Dan menurunkan rumah positif jentik hingga
80%. Kami yakin Malang pun bisa meraih hasil serupa,” beber Ardiantara.

Sebagai informasi, program akan berjalan selama 30 hari, dimulai 11 pada Agustus hingga awal September 2025. Seluruh kader dibekali dengan materi edukasi, sampling Soffell, serta instrumen pelaporan untuk memantau perubahan perilaku warga.

Dengan komitmen Enesis, dukungan penuh pemerintah kota, serta peran aktif masyarakat. Selanjutnya, diharapkan gerakan ini bukan hanya mampu menurunkan angka DBD, tetapi juga membentuk budaya baru, yakni budaya hidup sehat dan peduli lingkungan.

Sementara itu, program Soffell ini sebelumnya, telah dilaksanakan di berbagai wilayah, seperti Jember, Banyuwangi, Bali, Yogyakarta, dan Bandung, dan akan terus diperluas ke wilayah lain yang membutuhkan.

Lantas, Malang menjadi salah satu titik terpenting roadmap kampanye edukasi DBD berbasis komunitas oleh grup Enesis ini. (*/red)

Visited 62 times, 1 visit(s) today

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page