JPnews

Cakrawala Nusantara

BERITA LIFESTYLE SURABAYA

Juara Lomba Karaoke RW 10 Bendul Merisi Masuk Dapur Rekaman

LOMBA KARAOKE: Ketua RW 10 Sodiq Affandi bersama Camat Wonocolo Muslich Hariadi juga peserta dan dewan juri, Jumat (22/8/2025) di balai RW. (JP/HARUN)

SURABAYA, JPnews.id – Belakangan marak lomba karaoke untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI, namun di RW 10 Bendul Merisi lomba dirancang bak audisi idol. Di mana saat perlombaan dilakukan live streaming dengan peralatan lengkap. Dan hebatnya juara satu dan dua diganjar masuk dapur rekaman.

Sodiq Affandi Ketua RW 10 Bendul Merisi mengatakan, bahwa lomba karaoke untuk kategori anak-anak dengan satu lagu nasional sebanyak 12 peserta. Sedangkan kategori dewasa 18 peserta dengan satu lagu nasional dan satu lagu pilihan.

“Kepada juara mendapatkan kesempatan rekaman di Nada Musika Surabaya,” katanya Jumat malam (22/8/2025) di sela-sela perlombaan.

Selain itu, setiap peserta juga mendapatkan sertifikat. “Untuk juara 1-2-3, best costum dan juara favorit akan mendapatkan hadiah uang pembinaan,” tambahnya.

Masih Sodiq Affandi, dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI di wilayahnya mengadakan lomba tradisional anak-anak dan ibu-ibu. Kemudian lomba karaoke anak-anak kategori usia 6-15 tahun jumlahnya pada siang hari. Dan malam harinya lanjut kategori dewasa.

Tim juri dari warga sendiri, namun kebetulan memiliki kredibilitas tinggi. “Ada tiga orang, Hari Krisnadi pimpinan grup band. Edi Haz owner dapur rekaman yang biasa menjuri perlombaan tingkat nasional. Selanjutnya Ibu Maya seorang guru piano dan vokal di sekolah musik,” terangnya.

READ  Sekolah Sepak Bola SSB PSG Konsisten Latihan di Gununganyar 

Sehingga, lanjut Sodiq, peserta sangat antusias. Buktinya kali pertama diadakan tahun lalu, peserta 16 orang hanya kategori dewasa saja. Kendati demikian, bagi juara satu dua tahun lalu, maka di tahun ini tidak boleh ikut lagi.

“Tujuannya lomba karaoke ini untuk membangkitkan semangat nasionalisme warga RW 10 melalui lagu kebangsaan Indonesia. Saya berharap warga RW 10 bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Ketua RW 10 Bendul Merisi.

Sementara itu Edi Haz dari dewan juri membeberkan, kalau waktu sore kelas anak-anak ada yang bagus. “Yang dewasa juga bagus-bagus, ternyata warga RW 10 ini banyak yang bisa menyanyi, suka nyanyi,” ujarnya.

Dari sisi penilaian, sambung Edi, ada toleransi daripada lomba penyanyi profesional. Seperti toleransi salah lirik lagu. Yang penting bisa memeriahkan HUT ke-80 RI sama juga menjadi hiburan warga,” katanya.

Penilaian lomba seperti umumnya, ada skill, dan kalau solo vokal itu aransemen, apakah meniru sama persis dengan lagunya. Apakah melodi baru lagunya atau vokalnya itu akan mempunyai penilaian lebih tersendiri, jelas Edi.

READ  Deklarasi Pemilu Damai di Surabaya, Bawaslu Tekankan Tiga Isu Krusial

“Tetap hati-hati dengan suara fals, termasuk juga menilai kostum tentu ada embel-embel nasional seperti batik, juga pakaian adat budaya untuk menguatkan sisi nasionalisme,” terangnya.

Menurutnya, di kelas anak-anak juara satu duanya bagus-bagus, dan bisa dipoles. “Sebagai hadiah berkesempatan masuk dapur rekaman ya. Termasuk juga untuk juara satu dua umum. Nah sekarang kan zamannya sosial media, nanti di situ kita tayangkan hasil rekamannya. Tujuannya bisa meningkatkan follower, dan kalau yang sekolah bisa menjadi referensi jalur prestasi,” papar Edi.

Dia mengakui kalau dari sisi dewan juri kaget, ternyata antusias peserta tinggi luar biasa terutama pada saat technical meeting, ada pelatihan olah vokal dengan genre musik beragam kayak dangdut, keroncong.

“Dewan juri cukup kesulitan menilai karena mepet-mepet. Makanya ada sidang dewan juri untuk menentukan pemenangnya. Tiga juri menilai, Bu Maya aransemen vokal, Pak Hari pakaian dan gaya panggung. Sedangkan saya sendiri untuk skill bernyanyi,” tukas Edi.

Performa peserta lomba karaoke HUT ke-80 RI.

Turut hadir, Muslich Hariadi Camat Wonocolo mengapresiasi lomba karaoke. Menurutnya, di RW 10 ini bisa menyatukan semua generasi. Dengan peserta mulai anak-anak sampai dewasa, bahkan para lansia berani tampil termasuk ketua RW juga menjadi peserta.

READ  Lomba Robotik dan Literasi Rotary Surabaya Kembali Digelar

“Ada gen Z, kalau saya gen X generasi tahun 80-an. Kalau Pak RW ini baby boomers tahun 60-70 an. Dan ini menyatu,” ujarnya antusias.

Dia menilai anak-anak zaman now, yang disukai lagu Korea, rock slow. Tapi lomba ini wajib menyanyikan lagu nasional. “Mereka ini dibangkitkan kembali semangat nasionalisme, sebab mungkin bagi anak-anak ini hal baru. Beda bagi kami generasi lama lagu nasional dulu wajib dinyanyikan,” bebernya.

Muslich beralasan, karena anak-anak sekarang lahir di dunia internet, gen Z bahkan gen alpha di dunia maya yang semua jenis lagu masuk. Sehingga lomba ini sangat bagus untuk membangkitkan semangat gotong-royong dan jiwa nasionalisme. Yang mulai terkikis oleh pengaruh asing.

“Kita tidak usah mengejar kupu-kupu, tapi cukup menanam bunga akan datang sendirinya. Kita tidak perlu mencari popularitas, tapi cukup belajar dan berbuat baik yang banyak. Maka dengan sendirinya akan populer,” pungkasnya berpantun. (ads/har)

Visited 97 times, 1 visit(s) today

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page