JPnews

Cakrawala Nusantara

BERITA SOSIAL SURABAYA

Salat Id di Gununganyar Khotib Ajak Teladani Nabi Ibrahim Ismail

Salat Id di Gununganyar
IDUL KURBAN: Jamaah Salat Id di Masjid Al Mubarok Gununganyar Surabaya. (JP/HARUN)

SURABAYA (JP) – Salat Iduladha (Id) berlangsung hikmat di Masjid Al Mubarok Gununganyar Surabaya, Jumat (6/6/2025) pagi. Namun jamaah tidak sebanyak saat Idulfitri, dan salat dimulai pukul 06.15 WIB setelah bilal menyampaikan nama-nama jamaah yang berkurban.

Pemerintah telah menetapkan pelaksanaan Salat Iduladha 10 Dzulhijah 1446 H, yang jatuh pada 6 Juni 2025. Salat Id berlangsung dua rakaat, dengan rakaat pertama tujuh kali takbiratul ihram, dan lima kali pada rakaat kedua, termasuk di Gununganyar tersebut.

Berbeda dengan Salat Jumat, untuk Salat Id khatib menyampaikan ceramah setelah salam, atau salat berakhir. Dalam kesempatan itu, imam sekaligus khatib menyampaikan hikmah peristiwa besar yang juga dikenal sebagai Hari Raya Idul Kurban.

READ  Salat Idulfitri 2025 di Taman Surya Difasilitas Ramah Disabilitas

Dalam ceramah singkatnya, khatib menyampaikan, menyembelih hewan kurban wujud syukur atas nikmat Allah SWT. Hal ini sebagaimana tersirat dalam isi Surat Al Kautsar.

Selain itu, dari sisi sosial sebagai bentuk kepedulian dengan berbagi dan membantu mereka yang kurang beruntung.

“Berkurban juga wujud ketakwaan. Ada hikmah atau nilai dari peristiwa yang bisa memetik dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Pertama sabar, karena bertahun-tahun tidak mendapat karuniai anak. Inilah akhlak Nabi Ibrahim AS, yakni menjalani ketentuan Allah dengan penuh kesabaran,” terangnya.

Oleh karena itu, khatib mengingatkan kita sebagai makhluk-Nya harus berbaik sangka. Sebab seperti dalam hadist qudsi menyebutkan, bahwa Allah itu seperti prasangka hamba-Nya.

Nilai pendidikan yang kedua, adalah akal. Bahwa pada akhirnya setelah sabar bertahun-tahun, Nabi Ibrahim AS dapat karunia anak melalui rahim Hajar. Namun dalam Surat As-Saffat 101-111 peristiwa itu Allah abadikan, yakni meminta untuk menyembelih anaknya.

READ  Peserta Liga 3 Dinamics FC Ditahan Imbang Kediri United 

“Yang (Ibrahim) bertanya kepada anaknya soal mimpi menyembelih. Maka hikmah di sini adalah setiap ada hal keputusan soal anak, semestinya membicarakan dengan anak,” tuturnya.

Kemudian ketiga pendidikan ketauhidan, di mana keduanya kompak, tawakal menjalani perintah Allah. Meskipun dalam perjalanannya mengganti dengan hewan kurban.

“Hikmah di sini adalah seorang anak akan menjadi saleh, dengan orang tua, sebagai ayah juga memberikan contoh ketaatan kepada Allah SWT. Bagaimana mendahulukan kecintaan kepada Allah daripada anaknya,” jelasnya.

Menutup ceramah dari kisah singkat ini, khotib juga berdoa, semoga jamaah dapat memetik pelajaran dalam kehidupan ini, dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, aamiin, pungkasnya.

READ  Natal Momentum Perkuat Persatuan dan Toleransi Kota Mojokerto

Sementara itu, sebagai informasi, untuk proses penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Mubarok melaksanakan, Sabtu (7/6) besoknya. Karena Iduladha kali ini bersamaan hari Jumat. (har)

Visited 6 times, 1 visit(s) today

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page