
SURABAYA, JPNEWS.ID – Terus dibombardir dan mendapatkan tekanan akhirnya FC Putra Perak pun menyerah 0-1 dari tuan rumah Olympic.
Pertandingan sengit keempat itu terjadi pada babak 8 besar Piala Soeratin U-13 PSSI Surabaya, Kamis (30/11/2023) siang 11.00 WIB di Lapangan Karangan Wiyung Surabaya.
Hingga 15 menit di babak yang pertama Olympic tampil dominan. Main dari kaki ke kaki. Sejumlah peluang lewat bola mati juga beberapa kali didapat. Namun masih belum menemui bidikan.
Sementara tim tamu yang di support Auto Unika Mekanik terus mengandalkan serangan balik. Tampak coach Andik terus memberikan instruksi di samping lapangan.
Berbekal kebobolan dua gol hingga babak 16 besar Rabu kemarin. Putra Perak masih cukup solid pertahanannya dengan komando sang kapten Giordano.
Di sektor tengah Nicky tampak berjibaku menetralisir tekanan para pemain Olympic yang begitu kompak.
Hampir saja Shallo menit 23 mendapatkan peluang. Sayang masih melenceng memanfaatkan tendangan jauh pemain bertahan Tio.
Semenit kemudian giliran Leon mendapatkan bola set piece. Sayang seribu sayang masih membentur mistar gawang.
Menit 27 Olympic kembali mengancam gawang Syahriel. Beruntung sepakannya masih melambung tinggi memanfaatkan bola rebound.
Hingga 30 menit babak pertama skor kacamata bertahan saat turun minum.
Babak Kedua jadi Bulan-bulanan Dibombardir Olympic
Kembali ke tengah lapangan. Olympic tidak mengendurkan serangan saat kembali bermain di babak yang kedua.
Bahkan menit ke-40 dan 43 Syahriel kiper Putra Perak di paksa melakukan penyelamatan penting, clean sheet.
Petaka di mulai pada menit 44 saat stoper handal Giordano harus di tarik keluar karena cidera. Masuk Rossi yang di dorong ke depan. Sementara Noval turun ke belakang.
Di kesempatan ini Olympic semakin mengencangkan serangan. Memaksa Putra Perak yang berhomebase di kandang SSB PSG Unika Gununganyar ini bertahan total.
Di buat kucing-kucingan Putra Perak mulai kehabisan bensin di menit ke-50. Khususnya pemain tengah Nicky benar-benar tak berdaya karena kelelahan.
Lagi-lagi menit 56 Syahriel kembali jadi pahlawan saat memblok tendangan bebas pemain Olympic. Menit-menit krusial pertahanan Putra Perak terus di bombardir.
Tak berhenti di situ, menit 59 gawang Syahriel kembali terancam. Gawang melompong masih selamat oleh tiang gawang.
Tetapi apa boleh kata, akhirnya nggak berselang lama persis di menit 60 Putra Perak kebobolan juga oleh bola rebound yang mampu di sambar Bagas.
Gol satu-satunya tersebut sekaligus mengakhiri hujan serangan di paruh kedua.
“Beruntung akhirnya bisa membobol gawang lawan. Andai skor tetap imbang. Tim saya belum siap adu penalti,” ucap singkat Yoni pelatih Olympic.
Dan dengan hasil ini pun mengakhiri kejutan demi kejutan yang di ciptakan anak-anak Putra Perak. Pasalnya mereka hanya sekali latihan dan langsung bertemu dalam kompetisi.
Hal itu karena mereka hasil saringan dari sejumlah sekolah sepak bola SSB asal Bintang Putra Sidoarjo, Star Generation, Gubeng Perjuangan. Juga PSG Gununganyar. (har)




















