JPnews

Cakrawala Nusantara

BERITA EKONOMI JATIM

Desa Pandanrejo Kota Batu Resmi sebagai Desa Wisata Mandiri

Desa Pandanrejo Kota Batu
EKONOMI DESA: Pimpinan PT Pelni Fauziah dialog dengan Wali Kota Nurochman dan Wawali Heli saat peresmian Desa Wisata Mandiri, Rabu (20/8/2025) di rest area Pandanrejo. (JP/*DISKOMINFO)

BATU, JPnews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan Universitas Brawijaya meresmikan Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Sebagai salah satu Desa Wisata Mandiri, Rabu (20/8/2025) di rest area Pandanrejo.

Peresmian Desa Pandanrejo Kota Batu ini menjadi tonggak penting bagi upaya kemandirian desa. Sekaligus penguatan sektor pertanian dan pariwisata berbasis masyarakat.

Wali Kota Nurochman menegaskan pentingnya sinergi antara petani, akademisi dan dunia usaha dalam menciptakan ekosistem pertanian modern yang berkelanjutan.

“Saat ini kita tidak bisa lagi hanya melaksanakan kebijakan parsial. Smart and integrated farming harus menjadi potret petani Batu agar mampu menyesuaikan dengan teknologi dan kebutuhan pasar. Rantai pasok butuh desain yang matang agar hasil pertanian kita tidak hanya melimpah, tapi juga berkelanjutan,” ungkapnya.

READ  Rakor Persiapan Patroli Pengawasan Pemilu 2024 Kota Batu

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Pelni yang telah membuka jejaring distribusi hasil pertanian Kota Batu hingga ke pasar nasional. “Kami berharap Pelni terus berkolaborasi dengan gapoktan lain di Kota Batu. Produk petani lokal juga harus semakin dimanfaatkan oleh hotel, restoran, dan kafe. Agar menjadi pasar terbesar sekaligus berkelanjutan bagi petani kita,” tambah wali kota.

Kepala Desa Abdul Manan menyampaikan bahwa Pandanrejo siap menjadi desa mandiri yang tidak hanya mengandalkan wisata. Tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi warga.

Rest area ini bukan sekadar tempat parkir wisatawan, tapi juga titik distribusi hasil pertanian masyarakat. Ketika potensi desa mulai dikenal luas, pelaku usaha lokal akan tumbuh dan ekonomi warga berputar secara mandiri,” ujarnya.

Vice President Treasury Fauziah Ferrina melaporkan bahwa kemitraan antara Pelni dan Gapoktan Mitra Sejati telah berjalan sejak Januari 2025. Melalui program CSR menyalurkan bantuan berupa alat pertanian, pupuk, hand tractor, hingga cool storage.

“Dalam 12 bulan ke depan, Pelni juga akan mendukung program pelatihan budidaya sayur mayur, penerapan teknologi pertanian, pembuatan greenhouse. Hingga penguatan pasca panen. Semua ini demi meningkatkan kualitas SDM petani,” jelasnya.

READ  Suporter Tamu Dilarang Hadir, Semua Laga Liga 3 PSSI Jatim Disiarkan Live Streaming

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Anik Hidayati, menambahkan bahwa kebutuhan pangan untuk operasional Pelni sangat besar. Sehingga keterlibatan petani lokal menjadi penting.

“Kami memiliki 25 kapal besar yang melayani 5,1 juta penumpang per tahun. Dengan dapur berstandar internasional, tentu kami membutuhkan bahan pangan berkualitas. Kerja sama dengan Desa Pandanrejo adalah langkah strategis untuk menghadirkan nilai tambah. Tidak hanya bagi konsumen, tapi juga bagi petani,” paparnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya melalui Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Lukman Hakim menegaskan bahwa UB akan terus mendukung melalui program pendampingan akademik.

READ  Rutinitas Yasin Tahlil Jamaah dan Santri TPQ Syekh Maulana 

“Desa adalah isu strategis nasional. UB hadir untuk mendorong konsorsium, termasuk penyediaan pangan sehat bagi mahasiswa. Kerja sama ini kami nilai strategis, saling menguntungkan, dan harus terus berlanjut,” jelasnya.

Peresmian Desa Mandiri Pandanrejo ini turut hadir Camat Bumiaji, kepala gapoktan se-Kota Batu, Gapoktan Mitra Sejati. Serta perwakilan forkopimda, DPRD dan dinas terkait. Peresmian ini diharapkan menjadi model pembangunan desa berbasis potensi lokal yang menghubungkan sektor pertanian, pariwisata, dan inovasi masyarakat menuju kemandirian ekonomi. (*/red)

Visited 53 times, 1 visit(s) today

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page