
SITUBONDO, jpNews.id – Program Cabartas (Cangkruk Bareng Lalu Lintas) kembali digelar oleh Satlantas Polres Situbondo, Jumat (19/9/2025) kemarin di Warung Ayah Bunda. Hal ini bentuk pendekatan persuasif polisi kepada masyarakat.
Kegiatan Cabartas Satlantas Polres Situbondo ini berlangsung dalam suasana hangat dan penuh dengan keakraban. Acara ini menghadirkan ruang dialog antara polisi dengan masyarakat Situbondo.
Turut hadir pada acara ini beberapa owner pelaku usaha lokal, tokoh masyarakat. Serta pihak-pihak terkait yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas. Kehadiran mereka sebagai bukti nyata dukungan dari berbagai elemen untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib di jalan raya.
Dalam kesempatan tersebut, Lantas Polres Situbondo memberikan edukasi seputar disiplin dalam berlalu lintas. Kemudian penggunaan helm SNI, larangan dalam penggunaan knalpot brong. Serta juga ajakan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Hal tersebut menjadi perhatian serius mengingat masih adanya pelanggaran lalu lintas yang memicu kecelakaan.
Kapolres Situbondo melalui Kasatlantas AKP Nanang Hendra Irawan SH MH menjelaskan bahwa Cabartas bukan hanya kegiatan penyuluhan. Melainkan juga wadah komunikasi dua arah.
“Kami ingin masyarakat merasa dekat dengan polisi. Dengan begitu, pesan-pesan tertib lalu lintas bisa tersampaikan lebih baik, terutama soal pencegahan balap liar yang sering jadi keluhan warga,” ungkap Nanang.
Selanjutnya yang menjadi sorotan utama dalam diskusi tersebut terkait balap liar. Warga yang hadir menyampaikan keresahannya terhadap maraknya balap liar.
Hal tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum. Namun juga membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Selain edukasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahm. Para peserta tampak antusias berdiskusi dan menyampaikan ide-ide konstruktif. Sehingga menambah semangat satuan lalu lintas untuk terus melakukan upaya preventif sekaligus menindak tegas pelanggar lalu lintas.
Harapannya kegiatan ini bisa rutin digelar di berbagai titik. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan keselamatan di jalan raya.
“Tentunya hal tersebut melibatkan semua pihak. Untuk mengurangi pelanggaran dan kecelakaan di wilayah Situbondo, dapat menekan secara signifikan,” pungkasnya. (Djoko Susilo)




















