JPnews

Cakrawala Nusantara

BERITA SOSIAL SURABAYA

Bangunan Liar 200 meter Awal Sungai Kalianak Dibongkar!

Bangunan Liar
BONGKAR: Petugas satpol PP tampak berupaya merobohkan bangunan liar di sepanjang Sungai Kalianak. (JP/IST)

SURABAYA (JP) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan bangunan liar (bangli) di bantaran Sungai Kalianak pada Kamis (15/5/2025). Penertiban ini dilakukan setelah Pemkot Surabaya melayangkan Surat Peringatan (SP) ketiga kepada warga di wilayah Kecamatan Asemrowo.

Penertiban bangunan liar ini bersama Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Dengan membongkar sejumlah rumah yang masih berdiri di bantaran Sungai Kalianak menggunakan alat berat.

Ketua Tim Pencegahan Gangguan Trantibum Satpol PP Surabaya, Edi Wiyono menyatakan. Bahwa timnya telah memverifikasi bangunan yang sebelumnya menjanjikan akan membongkar secara mandiri oleh warga. Hasilnya, sebagian warga telah memenuhi komitmen tersebut.

READ  Bursa Calon Ketua AFP Asosiasi Futsal Provinsi Jatim 2023-2027

“Kami cek kembali bangunan yang akan bongkar sendiri oleh warga, dan sebagian memang sudah membongkar mandiri,” ujar Edi.

“Namun, jika masih ada yang belum, kami siap membantu pembongkarannya,” jelasnya.

Edi menjelaskan, penertiban bangunan kali ini menyasar area sepanjang 200 meter pertama di wilayah RW 01 Genting Kalianak. Ia juga menambahkan bahwa target penertiban mencakup total 600 meter di sepanjang aliran sungai, yang akan melaksanakan secara bertahap.

“Kami lakukan bertahap, tidak langsung semua bongkar dalam satu hari. Hari ini kami selesaikan satu titik terlebih dahulu,” kata Edi.

Pihaknya menegaskan, akan melanjutkan penertiban ke rumah-rumah lainnya. Tidak hanya di wilayah Asemrowo, tetapi juga di Kelurahan Moro Krembangan, Kecamatan Krembangan. “Kami akan terus melanjutkan penertiban dari dua arah untuk mempercepat proses normalisasi Sungai Kalianak ini,” tegas Edi.

READ  Djoko Tetuko Kembali Jadi Plt Sekretaris Asprov PSSI Jatim

Lebih lanjut, Edi menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendekatan dan komunikasi dengan wargasetiap hari menjelang pelaksanaan hari agar penertiban berlangsung tertib.

“Tim tetap turun ke lapangan setiap hari, tidak hanya menunggu hari pelaksanaan penertiban. Komunikasi ini kami lakukan agar proses normalisasi berjalan lancar tanpa adanya konflik,” pungkasnya. (*)

Visited 26 times, 1 visit(s) today

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page