
SURABAYA (JPNews.id) – Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar menghindari takbiran dengan cara motoran bergerombol keliling kota. Ini diharapkan dapat mencegah kecelakaan lalu lintas.
Imbauan tersebut tercantum dalam SE Walikota Nomor:000.1.10/8947/436.8.6/2023 tentang Peningkatan Pemeliharaan Keamanan, Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Kota Surabaya menjelang Idul Fitri 1444 H/ 2023 M dan Libur Panjang.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, bahwa tidak ada larangan untuk takbiran. Hanya, warga diimbau malam takbiran di musala, masjid atau wilayah masing-masing.
“Karena dalam surat edaran mengatakan jangan ada takbir keliling, bukan melarang takbir keliling, tapi menjaga jangan sampai terjadi kecelakaan, biasanya gerombolan bareng (takbir keliling) ada yang jatuh,” kata Eri Cahyadi, Selasa (18/4/2023) di Balai Kota Surabaya.
Menurutnya, kegiatan yang lebih banyak mudarat-nya seharusnya dapat dihindari. Misalnya seperti melaksanakan takbiran bergerombol menggunakan motor keliling Kota Surabaya.
“Kalau takbir digemakan di masing-masing musala, masjid, betapa indahnya suara takbir itu bergema di Surabaya,” tutur Cak Eri, sapaan lekat Wali Kota Surabaya.
Karenanya, Cak Eri berharap warga tidak melaksanakan takbiran dengan cara motoran bergerombol keliling kota. “Memang kita boleh takbir keliling menyampaikan Idul fitri, tapi bergerak di wilayah masing-masing tidak ke wilayah lain,” katanya.
Di sisi lain, Cak Eri juga memastikan, selama libur lebaran, jajaran di lingkup pemkot akan tetap siaga. Para petugas akan melaksanakan patroli secara bergantian untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Pahlawan.
“Asuhan Rembulan tetap bergerak, bergantian, ada shift yang dilakukan satpol PP, BPBD, dinas perhubungan, banyak teman-teman melakukan kegiatan rutin di Surabaya untuk menjaga kota ini. Artinya patroli tetap berjalan meski lebaran,” ungkap dia.
Malam Idul Fitri, tim Asuhan Rembulan bersama TNI dan Polri akan berkeliling memastikan keamanan kota. Meski diprediksi lebaran 2023 ini, banyak warga yang mudik. “Apakah ini jalan ditutup atau tidak. Kita lihat kenaikan sampai malam lebaran,” pungkasnya. (*/red)