
Potensi Medali Emas Karate Rebut pada Porprov X Surabaya 2027
SURABAYA – Mengulang finish di posisi runner-up di bawah bayang-bayang Kabupaten Sidoarjo di Porprov IX Jatim 2025, Cabor Karate Kota Surabaya sudah maksimal mengumpulkan 3 emas 3 perak 3 perunggu.
Menurut pendamping cabor karate dari KONI Surabaya, Heri Sudarsono hasil itu sudah optimal. Semua elemen sudah bekerja sebaik mungkin.
“Latihan puslatcab tiga bulan mendampingi karate, dibilang cukup juga kurang. Tetapi dibilang kurang, daerah lain juga belum tentu sama,” kata Dokter Heri, sapaan akrabnya, Minggu (6/7) lalu.
Semula target KONI untuk mencapai 200 emas. Untuk karate mematok enam emas. Tetapi hanya memenuhi 3 emas ini sudah bagus.
“Karena sebetulnya juga bisa saja memenuhi itu, tapi faktor tuan rumah. Contoh kata tampil bagus, tapi kalah tuan rumah, biasanya begitu,” dugaan Pak Dok, sapaan lainnya.
Lanjut mantan Wakil Ketua PSSI Surabaya ini, bahwa target enam emas dengan perolehan medali sekarang ini, ia menilai masih memadai. Namun tinggal pada porprov mendatang lebih intensif lagi, apalagi Surabaya tuan rumah. Wajib hukumnya juara umum terutama cabor karate.
“Pembina (Tatag Triwibowo) dan Ketua FORKI (Sensei Ozzie) sudah motivasi bagus ke atlet. Dengan target bagus untuk porprov berikutnya tercapai lebih baik (juara umum, red),” tuturnya.
Selain itu, Dokter Heri menegaskan, bahwa seluruh pendamping cabor sudah bekerja keras dalam mencapai target 200 emas.
“KONI sudah maksimal, semua cabor tidak hanya karate, dalam memenuhi target 200 emas. Dan Surabaya sudah mencapai final 199 emas. Ini luar biasa,” tegasnya.
Terpisah, Tatag Triwibowo Pembina FORKI Kota Surabaya menilai ada potensi medali tidak tercapai. Bila dapat satu emas saja. Maka tidak hanya juara umum, menggeser dominasi Sidoarjo. Tapi juga bisa menggenapi target 200 emas KONI.
“Ke depannya akan menjadi bahan evaluasi kami. Apalagi porprov mendatang Surabaya tuan rumah,” tandasnya. (har)




















